Menggapai Bintang dengan Tawadhu'

Assalamualaikum Wr. Wb

Bismillahirrohmanirrahim

Kali ini saya ingin berbagi bersama kalian tentang " Menggapai Bintang dengan Tawadhu' "
 
Sering kali kita mendengar dan melihat orang berbangga dan sombong dengan dirinya sendiri. Terucap dari mulut kita ” Siapa Dulu Saya ??? Ini semua berkat usaha keras saya “. Ungkapan itu mungkin terdengar sepele tapi ungkapan tersebut secara tidak langsung merupakan kata-kata membanggakan diri  dan merendahkan orang lain. Atau mungkin karena kita merasa memiliki sesuatu  yang lebih sehingga mengejek dan merendahkan orang lain.

Semua itu kita lakukan tanpa mengetahui siapa sebenarnya yang memudahkan semua urusan itu. Tanpa menyadari bagaimana seandainya kemudahan itu tiba-tiba hilang saat kita sedang membanggakannya, atau saat itu nyawa kita dicabut sehingga menjadi orang yang merugi alias disebut dengan mati su’ul khotimah ( Na’udzu billah ) karena kita mati dalam keadaan sombong.
   
Menurut Imam al-Ghozali, sombong adalah kondisi jiwa dimana orang merasa dirinya hebat, lebih baik, lebih pintar, lebih besar, dan lebih kuat dari orang lain. Tidak akan berlaku sombong kecuali orang yang meyakini dirinya memiliki keunggulan, kelebihan, kesempurnaan yang menjadikannya berbeda dengan orang lain.

Akibat dari perasaan lebihnya itu, ia akan mudah untuk merendahkan orang lain. Lebih jauhnya lagi, seseorang yang merasa memiliki kelebihan akan memandang dirinya paling tahu dan paling pintar ibaratnya kecap no satu alias apa yang dimiliki tidak ada yang menandingi sehingga segala sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya akan disingkirkan walaupun benar. Rosulullah SAW bersabda: “ Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain ( HR. Muslim ).

Selain itu Allah SWT melarang sikap sombong agar manusia selamat di dunia dan akhirat. Dalam firman Nya disebutkan dalam Qs. Al- Isro' : 37


وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖإِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
 
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. ( Qs. Al- Isro : 37 )
 
Dengan kata lain sombong merupakan penyakit jiwa yang sangat berbahaya yang ganjarannya adalah neraka. Rosulullah SAW bersabda; ” Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan meskipun hanya sedikit biji sawi” ( HR. Muslim ).
 
Sifat sombong merupakan induk dari perilaku buruk yang akan memunculkan perilaku buruk lainnya. Adanya sifat sombong bisa melemahkan posisi seseorang dalam menghadapi tantangan yang muncul karena kelebihan ilmu, wawasan, atau informasi.

Hal ini berimplikasi terhadap mudahnya seseorang untuk mengambil kesimpulan,keputusan, atau bahkan memvonis keadaan. Sifat ini juga seringkali terjadi dalam bentuk menonjolkan diri sendiri melebihi kapasitas sebenarnya. Merasa diri  paling berjasa dan berperan dalam meraih keberhasilan adalah bentuk lain dari kesombongan. Padahal keberhasilan dan kemenangan pastilah diraih melalui usaha bersama dan kerjasama dari semuanya yang tak lupa semua atas izin dan pertolongan dari Allah SWT

Berbeda dengan perbuatan sombong yang dilarang, sifat tawadhu’ ( rendah hati ) justru harus dimiliki oleh seorang muslim.sebagaimana dalam hadits dikatakan :


وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas  pada yang lain.” (HR. Muslim no. 2865).

Derajat seseorang akan ditinggikan oleh Allah SWT dan menjadikannya mulia dihadapanNya jika bertawadhu’, sifat ini juga meminimalisir kedzoliman antara sesama muslim dan mendapatkan surga di akhirat kelak. Rosulullah bersabda: “ Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk surga? Mereka semua adalah orang lemah yang tawadhu’.” ( HR. Mutafaqun alaih ).

Dengan tawadu' kita akan menggapai bintang karena Permisalan orang yang bertawadhu’ laksana bintang nan tinggi dilangit , ia tetap akan tinggi dilangit walaupun dilihat dalam bayangan air. “Tawadhu’ takun ka an-najmi lahaa linadzirin, ‘ala safahati-l-ma’i wahuwa Rafi’un.” Dan hanya orang yang tinggi lagi mulialah yang bertawadhu’. “ Tawadhu’ idza  ma nilta fi an-nasi rif ’atan, fa inna rafi ‘ul qoumi man yatawadho’u.” 

Bertawadhu’ tak lantas membuat seseorang menjadi hina, justru dengan bertawadhu’ kehinaan akan lenyap berganti dengan kemulyaan bahkan cenderung bermanfa’at bagi orang lain.
Sebagaimana ungkapan Taufiq Isma’il dalam puisinya “Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput ,tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau kamu tidak mampu menjadi jalan raya maka jadilah kamu jalan kecil, tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu. Jadilah saja dirimu dari dirimu sebaik-baiknya sendiri. 
Intinya, sombong merupakan sifat tercela yang merugikan orang lain terutama diri sendiri, sebaliknya tawadhu’ mendatangkan kemulyaan bagi si empunya, bahkan mendatangkan manfa’at bagi lingkungan sekitarnya. “ Khoiru an-nafsi anfa’uhum lin-nasi.”

Semoga kita semua selalu dalam lindunganNYA dan terhindar dari sifat sombong. Aamiiin Ya Robbal Alamiiin :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Comments
6 Comments

6 komentar:

Muhammad Miftah Farid mengatakan...

Wa'alaikumsalam Warohmatullah Wabarokatuh . . .

Tlisan yg bgus . . .
Tp,mksd dri "tawadhu' sperti bintang" tu pha ? ? ?

Alfi Zahrotin Nisa' mengatakan...

Permisalan orang yang bertawadhu’ laksana bintang nan tinggi dilangit , ia tetap akan tinggi dilangit walaupun dilihat dalam bayangan air. Dan hanya orang yang tinggi lagi mulialah yang bertawadhu

Unknown mengatakan...

jangan berhenti sampai disini, terus belajar, berproses dalam mensyiarkan agama islam.. (y)

wafa mengatakan...

AlhamduliLLAH sudah diingatkan u/ senantiasa rendah hati. Sudah baik tulisannya, coba untuk tulisan selanjutnya dibuat lbh padat namun ttp berisi. :-) good job

Unknown mengatakan...

subhanallah temanya sangat bagus. perumpamaanya keren buat kalangan mahasiswa

Unknown mengatakan...

alhamdulillah,,, sampun diingatkan untuk selalu menjlnkn kejujuran n rendah hati

Posting Komentar